Nahkoda
Rabu, 02 April 2014
PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS AKTIF
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Secara
etimologis arsip berasal dari bahasa yunani kuno archeion yang merupakan
perkembangan dari kata arche yang memiliki arti bervariasi, dari kata tersebut
terbentuklah kata jadian archeios yang bararti kuno, archeion yang berarti
gedung pemerintah, yang selanjutnya melahirkan kata archivium (Latin), archive (Inggris), archief (Belanda)
dan dalam bahasa Indonesia menjadi kata arsip. Arsip pada pokoknya dapat
diberikan pengertian sebagai setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar
ataupun keterangan-keterangan mengenai sesuatu pokok persoalan ataupun
peristiwa yang dibuat untuk membantu daya ingat. Pada penulisan laporan tugas
akhir saat ini, penulis hanya melakukan studi khusus di PT Asuransi Jiwasraya
(Persero) Banda Aceh. Penyimpanan arsip di perusahaan tersebut sudah baik tapi
belum sepenuhya tertata dengan baik perlu ada pengembangan yang lebih dalam
menata arsip sesuai dengan peraturan yang sudah ada supaya disaat kita
membutuhkan data-data penting pada saat kita butuhkan jangan terlalu lama dalam
mencarinya.
Karina (2011)
mengemukakan dalam penelitian bahwa, Arsip
dinamis adalah arsip yang dipergunakan secara langsung dalam perencanaan,
pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau
dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara. di SMP N 2 Selogiri disimpan menggunakan
sistem desentralisasi.
Dalam proses penyimpanan arsip pada PT
Jiwasraya Asuransi (Persero) Banda Aceh sudah baik tapi belum sepenuhnya
tertata dengan baik perlu ada pengembangan yang lebih dalam menata arsip sesuai
dengan peraturan yang sudah ada supaya disaat kita membutuhkan data-data
penting pada saat kita butuhkan jangan terlalu lama dalam mencarinya.
Bedasarkan peneliti sebelumnya, di SMP N 2 Selogiri disimpan menggunakan sistem
desentralisasi, dalam
pengelolaan arsip berarti
semua unit kerja mengelola arsipnya masing-masing, dalam hal ini semua unit
kerja dapat menggunakan sistem penyimpanan yang sesuai dengan ketentuan unit
yang bersangkutan, untuk organisasi yang besar dengan ruang kantor yang
terpisah-pisah letaknya, sistem penyelenggaraan arsip secara desentralisasi
sangat sesuai diterapkan.
Berdasarkan
uraian-uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul;
Pengelolaan Arsip Dinamis Aktif pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Banda Aceh.
1.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah dalam
penelitian adalah; bagaimana pengelolaan arsip dinamis aktif pada PT Asuransi
Jiwasraya (Persero) Banda Aceh.
1.3 Batasan Masalah
Penulis membatasi masalah hanya pada pengelolaan
arsip dinamis aktif pada PT Asuransi Jiwasraya (persero) Banda Aceh dengan indikator;
pemindahan arsip dan pemusnahan arsip
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah; untuk mengetahui
pengelolaan arsip dinamis aktif pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Banda
Aceh.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang
diperoleh dari penelitian ini adalah :
1.
Bagi Peneliti
a. Menambahkan
pengetahuan peneliti didalam bidang yang akan diteliti.
b.
Menunjukkan gambaran yang baik dalam
melakukan perarsipan arsip dinamis aktif pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero)
Banda Aceh.
2.
Bagi PT Asuransi Jiwasraya (Persero)
Banda Aceh
a. Memberi
bahan masukan bagi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Banda Aceh, dalam melakukan
kegiatan untuk masa akan datang.
b. Dapat
memberikan manfaat kepada para karyawan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Banda Aceh. Supaya
lebih meningkatkan pengetahuan khususnya di bagian kearsipan supaya agar mudah
ditemukan data-data yang sudah disimpan agar mudah dicari disaat diperlukan.
3.
Bagi Politeknik LP3I Medan
a.
Sebagai bahan referensi bagi
peneliti-peneliti yang diteliti yang lain yang tertarik pada pokok permasalahan yang
sama.
b.
Sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan program diploma
tiga.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini disusun dalam beberapa bab
yang terdiri dari.
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi latar belakang, perumusan
masalah, batasan masalah, tujuan peneliti, manfaat penelitian, sistematika
penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada
bab ini penulis mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan pokok pembahasan
peneliti seperti pengertian arsip dinamis aktif dan teori-teori yang menjadi
bahan untuk menganalisis hasil penelitian ini.
BAB III
: METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tempat dan waktu penelitian, jenis
penelitian, jenis dan sumber data,
metode pengumpulan data, dan metode analisis data.
BAB
IV :
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab
ini berisi sejarah singkat perusahaan yang diteliti dan hasil dari peneliti
akan dibahas.
BAB
V :
SIMPULAN DAN SARAN
Pada
bab akhir ini penulis merangkum semua hasil penelitian dalam simpulan dan
diakhiri dengan memberikan saran yang bersifatnya membagun.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian
arsip
Setiap organisasi
memerlukan catatan atau rekaman dari setiap kegiatan yang dilakukan sebagai
alat bantu untuk mengigat baik untuk keperluan administrasi, hukum dan
kepentingan-kepentingan pembuktian yang otentik dan sebagainya. Catatan atau
rekaman tersebut disimpan dengan baik dan hal tersebut yang dimaksud dengan
kearsipan. Setiap kegiatan tersebut, baik dalam organisasi pemerintahan maupun
swasta selalu ada kaitanya dengan masalah arsip karena arsip memiliki peran
penting dalam proses penyajian informasi bagi pimpinan untuk membuat keputusan
dalam merumuskan kebijakan.
Menurut Barthos (2009 : 1), arsip (record)
yang istilah dalam bahasa Indonesia adalah sebagai “warkat”, pada pokonya dapat
diberikan pengertian sebagai: setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar
ataupun bagian yang memuat keterangan-keterangan mengenai sesuatu subyek (pokok
persoalan) ataupun peristiwa yang dibuat orang membantu daya ingat.
Berdasarkan Udang-Undang
Nomor 7 Tahun 1971 (2009 : 2) tentang ketentuan-ketentuan pokok kearsipan,
pasar 1 ayat a dan ayat b, menetapkan bahwa yang dimaksud dengan arsip adalah :
1.
Naskah–naskah yang dibuat dan diterima
oleh Lembaga- lembaga Negara Badan-badan Permerintahan dalam bentuk corak
apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan
kegiatan pemerintah.
2.
Naskan-naskah yang dibuat dan diterima
oleh Badan-badan Swasta dan atau
perorangan, dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun
berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan.
Menurut
Amsyah dalam Acmad dan Badriyah (2009 :
1) arsip adalah setiap catatan (record atau warkat ) yang tertulis,
tercetak, atau ketikan, dalam bentuk huruf, angka atau gambar, yang mempuyai
arti dan tujuan tertentu sebagai bahan komunikasi dan informasi, yang terekam
pada kertas (kartu, formulir), kertas film (slide, film-mikro film), media
komputer (pita tape, piringan, rekaman, disket), kertas fhoto copy, dan lain
lain.
Selain
dari pegertian di atas, arsip dapat diartikan pula sebagai suatu badan (agency) yang melakukan segala kegiatan,
pencatatan, penanganan, penyimpanan dalam pemeliharaan surat-surat warkat-warkat
yang mempunyai arti penting baik dalam maupun ke luar, baik yang menyangkut
soal-soal pemerintah maupun non-pemerintahan, dengan menerapkan kebijaksanaan
dan sistem tertentu yang dapat dipertanggung jawabkan.
2.2
Pengertian
Arsip Dinamis
Arsip dinamis
adalah arsip-arsip aparatur pemerintah dan Negara yang berada dalam lingkungan Negara dan badan pemerintah dan secara
fungsionil masih aktuil dan berlaku, tetapi menuju kearah pengabdian sesuai dengan
fungsi, usia dan nilainya.
Menurut
Acmad dan Badriyah (2009 : 1) arsip
dinamis (record) adalah arsip yang
dipergunakan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan,
kehidupan kebangsaan pada umumnya atau dipergunakan secara langsung dalam
penyelenggara administrasi.
Menurut Barthos (2012 : 4) menjelaskan beberapa definisi arsip dinamis
adalah arsip yang masih dipergunakan secara langsung dalam perencanaan,
pelaksanaan, penyelenggaran kehidupan kebangsaan pada umumnya atau arsip yang
digunakan secara langgsung dalam penyelengaraan administrasi Negara.
Selain definisi diatas Barthos (2012 :109) menjelaskan bahwa, “arsip dinamis adalah
arsip-arsip yang berada pada masing-masing organisasi pencipta arsip (creating agencies) karena masih
diperlukan untuk kepentingan pelaksana kegiatan sehari-hari”
2.2.1
Pengertian Arsip Dinamis Aktif
Arsip
dinamis aktif masih sering dipergunakan bagi kelangsunga pekerjaan di
lingkungan satuan kerja unit pengolah pada suatu organisasi. Telah ditetapkan
Undang-Undang Nomor 7 tahun 1971 tentang ketentuan-ketentuan Pokok
Kearsipan.
Menurut
Achmad dan Badriyah (2009 : 2) arsip
dinamis aktif adalah file yang masih
banyak dipergunakan dalam pekerjaan, setiap jenis arsip yang mempunyai nilai
guna tertentu yang akan dijadikan patokan didalam menentukan lama warkat
bersangkutan disimpan pada file aktif
atau inanktif sesudah habis masa inaktifnya, maka arsip akan dimusnahkan dan
jika arsip tersebut memiliki nilai nasional maka akan menjadi arsip statis yang
harus dikirim kepada arsip Nasional (ARNAS) untuk disimpan abadi sebagai bahan
budaya nasional yang perlu dilestarikan,
Lebih lanjud menurut Barthos (2012 : 4) mengemukakan bahwa, arsip dinamis aktif adalah
secara lansung dan terus-menerus diperlikan dan digunakan dalam penyelenggaraan
administrasi sehari-hari serta masih dikelola oleh unit pengelola.
Dapat
disimpulkan yang bahwa, arsip dinamis aktif terus-menerus digunakan semasih
dalam keadaan aktif di tempat unit pengelola arsip, selagi masih dipergunakan
dalam organisasi sehari-hari yang masih dikelola dalam unit kerja, sebelum masa
inaktifnya.
23.
Pemindahan
Arsip dan Pemusnahan Arsip
2.3.1
Jadwal retensi
Manfaat dari
jadwal retensi ini tiap harinya jumlah arsip di unit-unit kerja pusat arsip selalu berkembang sesuai dengan aktivitasnya
organisasi. Agar organisasi terhindar dari penumpukan arsip maka untuk
menghadapi masalah tersebut, diperlukan adanya pemindahan dan pemusnahan arsip.
Pemindahan di lakukan dari tempat penyimpanan aktif ketempat inaktif dari
inaktif ke penyimpanan arsip abadi atau sebangai arsip statis atau bahkan
dimusnahkan apa bila tidak memiliki nalaiguna.
Keuntungan dari adanya pemindahan arsip dan
pemusnahan arsip adalah :
1. Penghematan
penggunaan ruangan kantor.
2. Penghematan
pemakaiam peraratan dan pelengkapan kearsipan.
3. Tempat
arsip yang agak longgar akan memudahkan petugas bekerja dengan arsip.
Menurut Achmad dan Badriyah (2009 : 8), “jadwal
retensi adalah jadwal yang berisikan daftar Umur-umur dari berbagai jenis arsip
yang disimpan pada file aktif dan file inaktif untuk keperluan pemindahan dan
pemusanahan arsip.” Untuk lebih jelasnya, jadwal ketentuan dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
Tabel 2.1 pada Tabel Jadwal
Retensi
Golongan Arsip
|
Arsip
|
Unit Arsip
|
Abadi/ Dimusnahkan
|
|
Aktif
|
In Aktif
|
|||
Vital
|
1.
Akte pendirian
perusahaan
2.
Daftar Saham
3.
Akte Tanah
4.
Surat Keputusan
5.
Seterusnya
|
_
_
_
_
_
|
_
_
_
_
_
|
Abadi
Abadi
Abadi
Abadi
|
Penting
|
1.
Pertanggung
jawaban
keungan
2.
Cek berkas
3.
Surat
perjanjian
4.
Seterusnya
|
5 Tahun
5 Tahun
Sesuai
Keperluan
|
25 Tahun
25 Tahun
Sesuai Keperluan
|
Dimusnahkan
Dimusnahkan
Dimusnahkan
|
Bergun
|
1.
Laporan
tahunan
2.
Pengemuman
3.
Pan
seterusnya
|
2 Tahun
2
Tahun
|
10 Tahun
10 Tahun
|
Dimusnahkan
Dimusnahkan
|
Tidak
Bergun
|
1.
Undangan
2.
Pengemuman
3.
Dan
Seterusnya
|
1
Bulan
1 Bulan
|
_
_
|
Dimusnahkan
Dimusnahkan
|
Sumber : Achmad dan Badriyah
(2009 : 9)
Lebih lanjut
menurut Barthos (2012 : 111) pada
dasarnya tidak semua arsip perlu disimpan selamanya. Di samping masalah ruangan
juga akan melibatkan faktor lainnya, seperti menyangkut biaya, peraratan,
kepegawaian, dan juga waktu.
Kebijaksanaan
penyusutan dan penghapusan itu sendiri memberikan keuntungan antara lain.
1.
Arsip-arsip secara langsung masih
dipergunakan tidak akan tersimpan menjadi satu dengan arsip-arsip inaktif.
2.
Memudahkan pengelolaan dan pegawasan
baik aktif aktif maupun inaktif.
3.
Memudahka penemuan kembali arsip.
4.
Akan meningkatkan efisien kerja.
5.
Memudahkan pemindahan arsip-arsip yang
bernilai permanen atau abadi ke Arsip Nasional RI.
6.
Menyelamatkan arsip-arsip yang bersifat
permanen sebagai bahan bukti pertanggung jawaban di bidang pemerintahah.
Menurut Barthos
(2012 : 110) mengemukan bahwa. “Jadwal retensi suatu daftar yang memuat
kebijakan seberapa jauh sekelompok arsip
dapat disimpan atau dimusnahkan.”
24.
Pemusnahan
Arsip
Dengan
adanya penentuan jangka waktu
penyimpanan, arsip aktif dan in aktif ini lebih mudah dalam penyusutan
pemindahan dari file aktif (satuan kerja ) ke pusat penyimpanan arsip, serta
pula akan diketahui dengan pasti kapan berakhirnya jangka penyimpanan arsip
inaktif untuk segera dipindah Ke Arsip Nasional RI, atau dimusnahkan.
Menurut Barthos
(2012 : 126) di dalam melaksanakan pemusnahan hendaknya arsip benar-benar
musnah, dengan diketahui atau disetujui oleh pejabat yang berwenang. Pemusnahan
dapat disenglenggarakan baik dengan cara dibakar, di lebur maupun dicacah.
1.
Lembaga-lembaga Negara atau badan-badan
pemerintah dapat memerlukan pemusnahan arsip yang tidak mempuyai nilai kegunaan
dan telah melampaui janka waktu penyimpanan sebagaimana tercamtum dalam jadwal
retensi arsip masing-masing.
2.
Pelaksanaan pemusnahan arsip yang
mempuyai jangka retensi 10 (sepilu)
Tahun atau lebih ditetapkan oleh
pimpinan lembaga-lembaga Negara atau badan-badan pemerintah setelah mendengar
pertimbangan panitia penilai arsip yang dibentuk olehnya dengan terlebih dahulu
memperhatikan pendapat dari ketua badan pemeriksaan keuangan sepanjang
menyangkut arsip keungan dan dari kepala badan administrasi kepegawaian
3. Pemusnahan
arsip dilakukan secara total sehingga dapat lagi dikenal baik isi maupun
bentunya dan disaksikan oleh 2 (dua) pejabat dari bidang hukum atau perundang-undangan
dan atau bidang pengawasan dari lembaga-lembaga Negara atau badan badan
pemerintah yang bersangkutan.
4.
Pemusnahan arsip adalah tindakan atau
kegiatan menghancurkan secara fisik arsip yang sudah berakhir fungsinya secara
yang tidak memiliki nilainya. Penghacuran tersebut harus dilaksankan secara
total, yaitu degan cara dibakar habis, dicacah atau dengan cara lain sehingga
tidak dapat lagi dikenal baik sisi maupun bentuknya.
5. Pemusnahan
arsip-arsip mempuyai waktu penyimpanan arsip 10 (sepeluh) tahun atau lebih,
dilaksanakan dengan ketetapan pimpinan lembaga Negara atau badan pemerintah
masing-asing setelah memperhatikan pertimbangan panitia penilai arasip serta
dari badan pemeriksaan keungan sepanjang menyagkut arsip keuangan dan atau
badan administrasi kepegawaian Negara sepanjang menyangkut arsip kepegawaian
dan setelah mendapat persetujuan arsip nasional.
6. Pemusnahan
arsip kepegawaian dari badan pemerintah yang berbentuk badan usaha Negara atau
badan-badan usaha lainnya yang tata kepegawaian diatur berdasrkan peraturan
perundang-undangan tersenderi dari tidak memerlukan persetujuan kepala badan
administrasi kepegawaian Negara, tettapi tetap dengan memperhatikan pendapat
dari arsip nasional.
7. Bila
mana dalam penilaian arsip yang akan dimusnahkan terdapat keragu-raguan, maka dipergunakan nilai yang
paling tinggi.
8. Untuk
pelaksanakan pemusnahan dibuat daftar pertelaan arsip dari arsip-arsip yang
dimusnahkan dan berita acara pemusnahan arsip.
BAB III
METODE
PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Dalam
melakukan penelitian ini, penulis melakukan tempat Pengelolaan Arsip Dinamis
Aktif pada PT Asuransi Jiwasraya Banda Aceh, yang beralamat Jalan Tgk Chik
Ditiro Banda Aceh, dan Waktu penelitian dilakukan 1 Februari sampai dengan 20 April 2014 adapun
tabulasi kegiatan dan waktunya adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
N0.
|
Kegiatan |
Februari
|
Maret
|
April
|
|||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1
|
Pengajuan
judul penelitian
|
||||||||||||
2
|
Seminal
proposal
|
||||||||||||
3
|
Pengajuan
surat izin penelitian
|
||||||||||||
4
|
Pelaksanaan
penelitian
|
||||||||||||
5
|
Bimbingan
|
||||||||||||
6
|
Penulisan
laporan
|
||||||||||||
7
|
Seminal
|
||||||||||||
8
|
Perbaikan
setelah seminal
|
||||||||||||
9
|
Sidang
|
||||||||||||
Sumber : Peneliti (2014)
3.2 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data dalam penelitian ini
berupa data primer dan data sekunder, sebagai berikut:
1.
Data Primer
Data
primer adalah data yang di perololeh atau di kumpul langsung dari datanya, data
tersebut di peroleh dari hasir opserpasi dan wawancara langsung dengan karyawan
pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Banda Aceh.
2.
Data Sekunder
adalah
data yang diperoleh untuk melengkapi data primer yang meliputi data mengenai
sejarah perusahan, perkembangan perusahaan, suktur organisasi dan uraian tugas
di perusahaan.
Dalam rangka megumpulkan data-data yang
diperlukan untuk menyusun laporan tugas akhir ini, peneliti menggunakan dua
sumber data sebagai berikut.
1. Data
Internal
Data
internal adalah data yang di ambil dari dalam tempat dilakukan penelitian.
Dalam hal ini peneliti memperoleh data dari buku-buku yang meliputi pengelolaan
arsip dinamis aktif.
2. Data
Ekternal
Data ekternal adalah data yang di peroleh atau
diambil dari luar tempat di lakukan penelitian, dalam hal ini peneliti
mendapatkan dari buku-buku atau sumber sumber informasi lainnya yang
berhubungan dengan isi penelitian ini.
3.3 Metode
Pengumpulan Data
Didalam
penulisan penelitian ini di butuhkan data data pendukung yang diperoleh dengan
suatu metode pegumpulan data yang relafan. Metode pengumpulan data yang di gunakan sebagai:
1. Penelitian Lapangan (Fild research) yaitu mengumpulkan
data-data tentang penelitian
dilapangan atau lokasi objek penelitian berkedudukan, yaitu : berupa dua:
a.
Observasi adalah satu pengamatan langsung suatu
objek yang akan diteliti dalam wakt singkat
dan bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenaionjek penelitian.
b. Wawancara
adalah teknik komunikasi langsung antara peneliti dengan sampel yang di lakukan secara lisan atau melakukan kontak lansung responden.
2. Penelitian
Perpustakaan (library research) yaitu
megumpulkan data-data melalui berbangai referensi
yang relevan tampa berhubungan langsung dengan tempat objek penelitian sebenarnya.
3.4 Metode Analisis Data
Metode yang di gunakan untuk
analisis data dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yaitu; metode analisis
yang membandingkan teori dengan praktik yang terjadi pada objek penelitian,
sehingga akan dapat diketahui kesesuaian serta penyimpangan yang terjadi kemudian
dibuat suatu kesimpulan yang dapat di gunakan untuk penyelesaian masalah, serta
melakukan perbaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)